Skip Over Navigation Links

Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pengembangan Partisipasi Perempuan Pesisir Kab Konawe

by: Admin | Diterbitkan Nopember 2015

Sebagai negara kepulauan Indonesia mempunyai kurang lebih 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas karang lebih 3,1 juta km2, yang terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teritorial dan 2,8 juta km2perairan nusantara. Wilayah pesisir dan laut Indonesia mempunyai kekayaan dan keanekaragaman hayati (biodiviersity) terbesar di dunia, yang tercermin pada keberadaan ekosistem pesisir seperti hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan berjenis-jenis ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi.

Perempuan masyarakat pesisir memiliki potensi untuk membantu keluarga dalam mencari nafkah. Disamping suami melaut mencari ikan, istri dapat melakukan aktifitas ekonomi lainnya. Namun tidaklah mudah untuk dilakukan, terlebih perempuan masyarakat pesisir belum memiliki pengetahuan tentang hal tersebut

Oleh karena itu, tekait dengan permasalahan-permasalahan tersebut di atas pelatihan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan partisipasi perempuan pesisir sangat diperlukan.

Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, yakni: Meningkatkan partisipasi perempuan pesisir dalam upaya pembangunan masyarakat pesisir secara komprehensif; Meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam berusaha dan meningkatkan aksebilitas kaum perempuan ke sektor permodalan; Memberikan kesempatan berusaha kepada kaum perempuan yang mendiami wilayah pesisir. Manfaat dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya kaum perempuan. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok perempuan pesisir yang belum mempunyai kegiatan usaha, yakni kelompok majelis taklim, pengurus masjid, pengajian. Program pelatihan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan partisipasi perempuan pesisir ini akan dilaksanakan di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

Sebagian besar penduduk di Kecamatan Soropia berprofesi sebagai petani dengan persentase 48,23 % dan nelayan dengan persentase 23,96 %. Yang menekuni sektor jasa/karyawan sekitar 6,13 %, perdagangan 2,03 %, buruh bangunan 1,6 %, dan peternak 1,29 %. Sektor lain seperti pengangkutan, pengusaha, TNI/Polri, dan pensiunan rata-rata kurang dari 1 %.

Penduduk Kecamatan Soropia mayoritas adalah etnis Tolaki (97%), selebihnya adalah etnis Bugis, Makassar, Muna dan Banggai. Kehadiran etnis pendatang di desa ini telah berlangsung lama khususnya etnis Bugis dan Makassar. Meskipun terdapat perbedaan budaya diantara mereka, namun kelompok pendatang sebagai kelompok minoritas mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosialnya, bahkan diantara mereka telah terjadi kawin mawin.

Bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari adalah Bahasa Tolaki dan Bahasa Indonesia. Pada umumnya penduduk Kec Soropis dapat berbahasa Indonesia dengan baik, namun demikian Bahasa Tolaki masih sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari khususnya oleh orang Tolaki sendiri. Begitu pula halnya orang Bugis yang pada umumnya berdomisili di kawasan pesisir bahasa sehari-hari yang digunakan adalah Bahasa Bugis, meskipun demikian mereka menggunakan Bahasa Indonesia apabila bertemu dengan etnis lain.

Kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Pengembangan Partisipasi Perempuan Pesisir Kab Konawe Tahun 2007 dilaksanakan di Desa Rampabino Paka Kecamatan Soropia. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari dua desa yakni Desa Rampabino Paka dan Desa Bajo Indah.

Pelatihan ini dibuat sedemikian rupa agar peserta tidak jenuh dalam mengikuti pelatihan, kegiatan ini menggunakan diskusi dua arah antar narasumber dengan peserta, ini dilakukan agar peserta merasa memiliki terhadap materi yang diberikan dan peserta dibuat tidak jenuh dengan kondisi jenuh didalam ruangan pelatihan. Selama empat hari peserta diberikan materi managemen usaha dan materi keteramplan usaha selanjutnya dua hari peserta dibekali dengan praktek keterampilan usaha, yang tentunya materinya disesuaikan dengan kondisi daerah Kecamatan Soropia yang berada diwilayah pesisir.

Pelatihan Penggerak desa siaga berlangsung dari tanggal 27 sampai 29 Agustus 2007

Social Media Links